Djamin Ginting adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan pada era pemerintahan Hindia Belanda di Tanahkaro yang cukup terkenal di Sumatra Utara.
Ia berjasa dalam mendamaikan pertikaian antarlaskar perjuangan di Sumatera Timur yang melawan pasukan Belanda dan pengawalan perjalanan Wakil Presiden Mohammad Hatta dari Berastagi ke Bukittinggi yang telah dikuasai pasukan Belanda.
Baca Juga:
Wali Kota Bandung Salurkan 12.000 Paket Sembako dan Awasi Gudang Pangan Selama Ramadan
Atas jasa-jasanya, nama Djamin Ginting dijadikan nama jalan dari Kota Medan hingga ke Berastagi.
Penabalan nama Djamin Ginting sebagai nama jalan itu diberikan oleh mantan Wali Kota Medan H. Agus Salim Rangkuti sebagai wujud apresiasi terhadap jasa-jasanya .
Berkat jasanya untuk negara, Djamin Ginting dibangunkan museum pada 2011 yang diresmikan oleh Menteri Pertahanan RI pada 17 September 2013, yang kini menjadi tempat wisata di Sumatra Utara.
Baca Juga:
Borong 4 Piala BRIT Awards 2026, Olivia Dean Jadi Sorotan Dunia Musik
Selain itu, Djamin Ginting melebarkan sayap dengan menulis beberapa buku, diantaranya “Bukit Kadir” yang menceritakan tentang perjuangan di daerah Karo hingga ke perbatasan Aceh melawan Hindia Belanda.
Karya nya terinspirasi dari kisah nyata.
Bukit Kadir menjadi saksi bahwa seorang anggotanya yang bernama Kadir telah gugur saat pertempuran dengan pasukan Belanda di perbukitan Tanahkaro.