KARO WAHANANEWS.CO Payung - Acara serah terima bantuan Instore Dryer [ Rumah Pengering] dan gerakan penanaman nawang merah yang dipusatkan di Desa Selandi, Kecamatan Payung Kabupaten Karo Rabu [21/01/2026]
Kegiatan ini dihadiri Bupati Karo, Brigjen Pol [Purn] Dr.dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Direktur Keuangan dan TI Bank Sumut,Herry Lestari Manalu, SP Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut,, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala OPD terkait, Camat Payung, Unsur Forkopimca Kecamatan Payung, PPL Kecamatan .Payung Kepala Desa Selandi Dani Sembiring,dan Ketua Gapoktan Matahari.
Baca Juga:
PBB Kecam Pembongkaran Kantor UNRWA di Yerusalem Timur, Dinilai Langgar Hukum Internasional
Kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam membenahi sektor pertanian agar lebih tangguh di sisi kualitas dan pasca panen.
Bantuan sarana prasarana ini berasal dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan terhadap komoditas unggulan daerah.
Bupati Karo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia atas bantuan yang diberikan. Beliau menegaskan bahwa urusan pertanian tidak cukup hanya bicara soal bibit dan pupuk, tetapi pasca panen menjadi penentu utama stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
Baca Juga:
Netflix Siapkan Drama Korea Supranatural The East Palace, Angkat Kutukan Istana Berhantu
"Banyak petani bisa panen bagus, tapi kalau pengeringan tidak optimal, kualitas turun dan susut tinggi. Akhirnya petani terpaksa menjual murah. Dengan instore dryer ini, bawang merah kita akan memiliki daya tahan simpan yang lebih lama dan kualitas yang lebih bermutu," ujar Bupati Karo.
Lebih lanjut, disampaikannya, bahwa bawang merah bersama cabai adalah komoditas strategis yang sering memicu inflasi yang berdampak langsung pada dapur rumah tangga. Dengan menjaga kualitas produksi di Karo, secara otomatis membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Bupati Karo juga berpesan khusus kepada Gapoktan Matahari sebagai penerima manfaat agar mengelola aset tersebut secara profesional.
Aset Bersama,alat tidak boleh dimiliki perorangan, melainkan dikelola secara komunal. Manajemen tertib dan arus ada jadwal penggunaan, pemeliharaan, dan pemanfaatan yang terukur.
Modernisasi: Gerakan ini diharapkan menjadi awal pertanian Karo yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Menutup sambutannya, Bupati Karo mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi guna mewujudkan Kabupaten Karo yang unggul, modern, dan sejahtera." sebutnya
[ Redaktur: Hadi Kurniawan]
Keteranga