KARO WAHANANEWS.CO Kabanjahe - MS alias Kael [18] tidak dapat berbuat banyak ketika anggota Satreskrim Polres Karo menangkapnya ditempat persembunyiannya di Medan.
Selanjutnya Kael langsung dibawa menuju Polres Karo untuk menjalani pemeriksaan di ruang unit Reskrim Polres Karo terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap terhadap Rojer Valentino Sebayang [13] warga Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo siswa kelas 1 SMP Tigabinanga hingga meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Kabanjahe.
Baca Juga:
Film Horor Psikologis Lift, Teror Ruang Sempit yang Ungkap Dosa Masa Lalu
Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho,S.H,S.I.K.,M.Si, melalui Kasat Reskrim AKP Eriks R, S.T., menyampaikan bahwa tersangka berinisial MS alias Kael [18], warga Desa Katepul Kelurahan Gung Negeri Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe sudah ditangkap pada pada Rabu [7/1/2026] sekira pukul 00.10 WIB di Jalan Halat, Kota Medan.
“Penangkapan dilakukan oleh tim opsnal Sat Reskrim Polres Tanah Karo setelah memperoleh informasi keberadaan tersangka yang sempat melarikan diri setelah kejadian,” ujar AKP Eriks, di Mapolres Karo
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis [1/1/2025] sekira jam 04.30 WIB sehingga korban Rojer Valentino Sebayang (13) bersama rekannya Trisahputra Tarigan dilempari batu oleh sekelompok orang saat melintas di Jalan Veteran Kabanjahe, tepat di depan Kantor Camat Kabanjahe, pada malam pergantian tahun,korban mengalami luka dan dilarikan ke RSU Kabanjahe .
Baca Juga:
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Tangerang dan Tangsel Imbau Warga Tak Panik Hadapi Super Flu
Setibanya di rumah sakit, korban diketahui mengalami luka koyak di kepala serta memar pada kaki, tangan, dan pinggang, sementara rekannya mengalami luka koyak pada telinga sebelah kiri. Beberapa saat kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polres Tanah Karo.
Berdasarkan hasil pengumpulan bukti dan keterangan saksi, tim Sat Reskrim bergerak cepat dan melakukan pengejaran sehingga berhasil mengamankan tersangka di Medan tanpa perlawanan dan saat ini sudah ditahan di Polres Tanah Karo.
Sat Reskrim Polres Tanah Karo menegaskan bahwa masih terdapat pelaku lain yang terlibat. Identitas mereka telah dikantongi dan proses pengejaran serta penyelidikan lanjutan terus dilakukan."Polres Karo terus memburu pelaku lain dan diminta untuk segera menyerahkan diri"