BERASTAGI WAHANANEWS CO Kemeriahan merayapi udara sejuk Kota Berastagi saat Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo 2026 resmi digelar selama tiga hari, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Baca Juga:
PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka, Proyek Waste to Energy Berkapasitas 40,79 MW Mulai Dibangun
Sebagai perhelatan tahunan kebanggaan warga Karo ini sukses menyedot perhatian ribuan wisatawan lokal maupun mancanegara yang memadati area Taman Mejuah-Juah Berastagi.
Sejak hari pertama pembukaan, antusiasme masyarakat tampak begitu luar biasa sehingga lautan manusia memadati area festival untuk menyaksikan beragam pawai kendaraan hias yang dipenuhi rangkaian bunga segar hasil tani lokal, kontes buah-buahan unggulan Karo, hingga pameran ekonomi kreatif dan kuliner khas Tanah Karo.
Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi dan gelombang antusiasme warga yang luar biasa di tahun 2026 ini.
Baca Juga:
Kembali Tangani Italia, Roberto Mancini Akui Bersalah Tinggalkan Gli Azzurri
"Festival Bunga dan Buah bukan sekadar pesta rakyat, melainkan panggung selebrasi atas kekayaan alam dan kerja keras para petani Karo. Antusiasme masyarakat yang meluap di Taman Mejuah-Juah tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata dan sektor pertanian kita bangkit lebih kuat dan semakin memikat," ujarnya di sela-sela peninjauan stan pameran.
Atraksi utama seperti karnaval busana berbasis bunga, pertunjukan seni budaya tradisional Karo, hingga pembagian buah gratis menjadi magnet kuat yang membuat pengunjung rela berdesakan dengan penuh sukacita. Suasana kian meriah dengan hadirnya panggung hiburan rakyat yang menampilkan seniman-seniman lokal maupun nasional sepanjang malam.
Para pelaku UMKM dan petani lokal pun menanggapi positif tingginya kunjungan tahun ini.
Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo 2026 masih akan berlangsung hingga Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Karo mengundang seluruh masyarakat dan wisatawan yang sedang berada di Sumatera Utara untuk hadir dan merasakan langsung keseruan serta kehangatan pesta budaya dan hasil bumi terbesar di Tanah Karo ini.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]