KARO WAHANANEWS.CO Mardingding - Daerah Irigasi Paya Lah Lah salah satu areal pertanian padi yang sangat luas dan awasan ini merupakan salah satu lumbung pangan di Kabupaten Karo yang kerap terdampak banjir hingga menyebabkan sering terjadinya banjir sehingga terendamnya lahan padi sawah dan mengakibatkan kerugian bagi para petani.
Berdasarkan hasil identifikasi, Rawa Lebak di daerah Irigasi Paya Lah Lah memiliki luas sekitar 3.300 hektare yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Lau Baleng dan Kecamatan Mardingding yang tersebar di tujuh desa diantaranya,Batu Rongkam, Mbal-Mbal Petarum, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, dan Tanjung Pamah dengan luas penanganan yang telah dilaksanakan pada tahun 2025 seluas 1.500 hektar.
Baca Juga:
Meski Kantongi Lisensi Internasional, Izin PT GRUTI Dicabut Prabowo
Melalui berbagai langkah penanganan dan optimalisasi lahan yang dilakukan, kondisi daerah Irigasi Paya Lah Lah kini menunjukkan perkembangan yang positif dan Panen Raya Padi Sawah oun dilaksanakan, Selasa, [20 /2026] di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo.
Bupati Karo Brigjen Pol [ Purn] Dr.dr Antonius Ginting,SpOG.MKes menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi bukti nyata kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Karo.
“Panen raya ini merupakan hasil kerja bersama dalam membangkitkan sektor pertanian, khususnya di kawasan Paya Lah Lah yang selama ini menjadi sentra pangan penting di Kabupaten Karo,.
Baca Juga:
Main di Kandang, Timnas Futsal Indonesia Bidik Awal Manis di AFC 2026
Kawasan Paya Lah Lah memiliki luas 3.300 hektare yang mencakup beberapa desa. Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Karo memfokuskan penanganan lahan seluas 1.500 hektare hasil dari penanganan ini, petani sudah dapat memanen padi sawah dengan tingkat produktivitas pada kisaran 6 hingga 7 ton per hektare dan dapat meningkatkan ketahanan pangan."ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, BSc., yang menyampaikan, bahwa panen raya ini memiliki makna strategis.
“Panen raya ini menjadi indikator keberhasilan pemulihan dan penguatan jaringan irigasi di kawasan terdampak banjir. Dengan irigasi yang kembali berfungsi optimal, petani dapat menanam tepat waktu dan menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan,” ucap Wakil Gubernur.