WahanaNews-Karo | Terkait adanya kelangkaan minyak goreng di pasaran, membuat ibu rumah tangga dan pengusaha rumah makan merasa resah.
Bahkan di pasaran harga minyak goreng masih belum ada penurunan.
Baca Juga:
Film Feel My Voice Raih Pujian, Angkat Dilema Remaja Kejar Mimpi dan Keluarga
Menindaklanjuti masalah tersebut, Asisten Pembangunan Drs. Dapetkita Sinulingga, Kadis Perindag Drs. Edison Karo-Karo, MSi, Kabag Perekonomian Jepta Tarigan, S.sos, M.Si dan perwakilan dari Polres Tanah Karo melakukan sidak di Pasar Modern dan Pasar Tradisional Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe, Rabu (9/2/2022).
Pada kesempatan ini, Asisten Pembangunan Drs. Dapatkita Sinulingga menyampaikan bahwa terdapat kelangkaan minyak goreng di lapangan.
"Stok minyak goreng digudang-gudang penyimpanan kosong, hal ini disebabkan karena pasokan minyak goreng dari produsen terbatas dan stok minyak goreng hanya masuk sekali dalam 3 hari." Ujarnya.
Baca Juga:
PSSI Umumkan 26 Pemain Timnas U-17 untuk Piala AFF 2026, Siap Tempur di Grup A
Lanjutnya, di pasar tradisional terdapat minyak goreng dengan harga yang tidak sesuai dengan anjuran pemerintah.
Hal ini dianggap sangat memberatkan konsumen.
Sementara itu, seorang IRT G. Beru Tarigan mengatakan, harga minyak goreng belum ada penurunan sama sekali.
"Padahal pemerintah sudah menurunkan harga, buktinya saya beli minyak horeng merek Sania 1 liter tetapi harganya 22 ribu rupiah. Sepertinya harga minyak goreng belum ada penurunan." Jelasnya. [rda]