"Yang kita tangani, dua laki-laki dan dua perempuan. Yang sudah enggak sadar itu satu yang perempuan,kalau yang tiga masih sadar," katanya.
Melihat kondisi ini, dirinya menjelaskan tim langsung melakukan langkah penanganan dengan mengevakuasi pendaki yang sudah tak sadarkan diri ke Puskesmas.
Baca Juga:
Dilan ITB 1997, Cerita Baru tentang Cinta dan Gejolak Reformasi
Sementara, untuk tiga lainnya tim langsung memberikan pertolongan pertama dengan memberikan air hangat, selimut darurat (emergency blanket), dan lainnya.
"Untuk yang sudah enggak sadar, langsung kita tandu ke pos 2. Kemudian kita bawa ke Puskesmas terdekat untuk langsung dapat penanganan," ungkapnya.
Dari keempat pendaki tersebut, dikatakannya berasal dari sejumlah daerah dan berangkat dengan tim yang berbeda.
Baca Juga:
Pascakebakaran di NTB, Pemerintah Siapkan Permukiman Baru Berstandar Tipe 36
Dengan penanganan darurat yang diberikan, tiga pendaki yang masih sadar kondisinya berangsur-angsur normal. Sementara, satu pendaki yang sempat tak sadar kondisinya sudah membaik setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas terdekat.
"Kondisinya sudah normal semua, yang sempat pingsan tadi malam sekitar jam 21.00 WIB sudah aman," katanya.
Lebih lanjut, kepada wartawan dirinya menjelaskan memang selama kurang lebih sepekan terakhir cuaca di jalur hingga puncak Gunung Sibayak memang kurang bersahabat bagi pendaki, puncaknya terjadi saat Sabtu (19/7/2025) hingga Minggu (20/7/2025) kemarin.