“Pada prinsipnya, barang rampasan negarberkekuatan hukum tetap (incracht) dan akan dilelang. Kondisi barang yang baik akan meningkatkan nilai lelang, sehingga PNBP pun otomatis meningkat." ujarnya
Dalam hal ini Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sumut yang diwakili oleh Kasi SMK, Jusup Ginting, S.Pi, menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini.
Baca Juga:
Diduga Karena Tak Mau "Setor", 60 Persen Pendamping Desa di Dairi Putus Kontrak
“Kegiatan positif ini wajib dilanjutkan dan bila perlu ditingkatkan. Kami melihat dampak langsung bagi siswa-siswi SMK.
Sebelumnya mereka harus bergantian menggunakan alat praktik karena keterbatasan aset, sekarang waktu belajar mereka bertambah,” ungkapnya.
Begitu juga disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Merdeka, Mbina Bangun, S.Pd, turut merasakan manfaat besar dari program penitipan barang rampasan negara ini.
Baca Juga:
Bupati Dairi Lantik 7 Pejabat Eselon II
“Sebelumnya siswa hanya mempelajari sepeda motor dengan kerusakan yang itu-itu saja. Sekarang mereka dapat mempraktikkan perbaikan motor dengan variasi kerusakan yang beragam, sehingga mereka lebih siap menjadi montir yang andal di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Merek, Kasmin Sitakkar, menambahkan bahwa program ini menjawab tantangan keterbatasan alat praktik.
“Biasanya jika ada bantuan pemerintah, alat praktik yang datang adalah motor baru. Tidak mungkin motor baru dirusak hanya agar siswa bisa belajar. Dengan adanya program ini, siswa memiliki sarana belajar yang sesuai kebutuhan.”jelasnya.