KARO WAHANANEWS.CO Kabanjahe - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia merespons dan mendukung usulan untuk peningkatan konektivitas dan infrastruktur Kabupaten Karo yang disampaikan Bupati Karo, Antonius Ginting kepada Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Rabu [18/2/2026] beberapa harilalu.
Tindak lanjut tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi lintas kementerian yang digelar secara virtual dengan agenda pembahasan usulan peningkatan konektivitas dan percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karo.
Baca Juga:
Bantu Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri ,Karo Selenggarakan Pasar Murah Empat Kecamatan
Rakor diikuti para Asisten Deputi di lingkungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, serta jajaran OPD Pemkab Karo dari Ruang Karo Command Center Kantor Bupati Karo merupakan tindak lanjut dari surat Bupati Karo Nomor 050/0471/Bappelitbang/2026 tertanggal 13 Februari 2026.
Dalam rapat itu ,Bupati Karo didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP., Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM., Staf Ahli Bupati Karo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Karo, serta Kepala Perangkat Daerah terkait.
Dalam pemaparannya, Bupati Karo menegaskan posisi strategis Kabupaten Karo sebagai bagian dari kawasan strategis nasional kawasan perkotaan Medan, Binjai, Deliserdang, Karo [Mebidangro] dan sentra produksi hortikultura Sumatera Utara serta Wilayah penyangga Danau Toba dalam kerangka kawasan strategis pariwisata nasional
Baca Juga:
DPR Desak Pemerintah Percepat Pemerataan Listrik hingga Pelosok Desa
Dukungan infrastruktur menjadi prasyarat utama dalam memperkuat konektivitas wilayah, menjamin distribusi logistik hasil pertanian, serta meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata unggulan.
“Pembangunan dan peningkatan akses jalur Medan–Karo diharapkan menjadi prioritas pemerintah pusat.
Belakangan ini jalur tersebut kerap terdampak longsor sehingga mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan kunjungan wisata,” ujar Bupati Karo.