"Khusus untuk cabai ini, dimana kami tahu ada beberapa Kabupaten di Kalimantan Tengah itu, akan kita buat nantinya perwakilan di masing masing Kabupaten, makanya hari ini ada 5 perwakilan Gapoktan Besar di Kabupaten Karo akan melakukan pengembangan nantinya untuk pengeringan cabai dengan menjajaki cabai kering atau cabai giling sudah bisa mereka tampung di seluruh Kabupaten Provinsi Kalimantan Tengah.
Terkait pengiriman cabai ini,wartawan sempat mempertanyakan terkait kontraknya, namum Bupati Karo memyampaikan,bahwa kontraknya akan kita update lagi setelah berjalan beberapa kali nantinya.
Kita ingin berjalan semakisimal mungkin, bahkan bila waktunya tiba kami akan berkunjung kesana untuk memastikan bahwa sudah tergarap semua pangsa pasar di pulau Kalimantan, bukan hanya di Provinsi Kalimantan Tengah saja,
Kedepannya kita mau ada refresentase Pemerintah, dimana Pemerintah untuk hadir bisa menstabilkan harga, kalau memungkingkan dengan proses hilirisasi nantinya, agro industri nantinya,petani cabai ini kalau boleh sebelum menanam pun nanti mereka sudah ada ikatan harga itulah sebetulnya harapan kami" tegas Bupati Karo.
Baca Juga:
BSPS Digenjot di Jawa Barat, Kuota Bedah Rumah Melonjak Jadi 40.000 Unit
Ditempat yang sama, perwakilan dari BI Sumut menyatakan apresiasi atas kegiatan ini, dimana dari BI ada program kerjasama antar Daerah bagian dari usaha kita bersama baik dari Pemerintah maupun dari Bank Indonesia untuk maksimalkan distribusi komoditas.
, dan pihak BI menyampaikan bahwa Cabai merah ini adalah komoditas inflasi jadi perhatian yang serius bagi BI dan Pemerintah untuk stabilitas harga tentunya dapat mensejahterakan petani "sebutnya.
Tampak hadir dalam pelepasan hasil tani Cabai ini,para Asisten Pemkab Karo, Staff Ahli, para Kepala Dinas dan Perwakilan BI Sumatera Utara serta Para Kabid juga perwakilan Gapoktan Terpuk Si Siwah dan insan Pers.
[Redaktur: Hadi Kurniawan]
Keterangan Gambar: Bupati Karo Antonius Ginting bersama Bank Indonesia lepas perdana pengiriman cabai ke Kalimantan Tengah[ Foto/Ist]